Langsung ke konten utama

Teman

 Aku memiliki seorang teman bernama Citi. Dia sangat cantik, selalu mengenakan gaun biru muda, dengan rambut hazel yang selalu dikepang dua. Ibuku lah yang memperkenalkan kami saat aku berusia enam tahun.

Namun seiring bertambahnya usia, aku mulai membenci Citi. Dia sangat mengganggu. Setiap malam, ia selalu bercerita padaku, padahal aku berusaha tidur. Ketika aku memperkenalkan Citi kepada teman-temanku yang lain, mereka mengejeknya dan mengolok-olokku karena mau berteman dengannya. Dari situlah aku merasa Citi memang tak seharusnya menjadi temanku.

Suatu ketika, saat ibuku tidak di rumah, aku mengajak Citi bermain ke sebuah danau. Saat ia lengah, aku meninggalkannya di sana, berharap ia mengerti bahwa aku tak ingin berteman dengannya lagi.

Namun malam itu, Citi kembali mengetuk pintu kamarku sambil berteriak:
"Rin, ayo kita bermain lagi! Aku ingin bercerita sepanjang malam lagi denganmu!"

Aku ketakutan. Aku tahu, aku tak akan pernah membuka pintuku untuk Citi lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertunjukan Teater : Antara Emosi, Pikiran, dan Posisi Penonton

A.  Perbandingan Pertunjukan yang Mengaduk Perasaan dan Menggugah Pikiran     Dalam dunia teater, setiap pertunjukan memiliki cara sendiri untuk mempengaruhi penontonnya. Pertunjukan teater secara umum terbagi dua: pertunjukan yang mengaduk perasaan dan yang menggugah pikiran. Mengadu perasaan dan menggugah pikiran sama-sama penting. Pertunjukan yang mengadu perasaan hampir seluruhnya bertumpu pada emosi dan empati. Pementasan jenis ini berupaya membuat penonton larut dalam alur cerita, konflik, dan kehidupan batin tokoh-tokohnya. Akting, musik, pencahayaan, dan dialog digunakan untuk membangun suasana yang bisa menggetarkan penonton. Penonton tidak lagi sekadar menyaksikan peristiwa, tetapi menjadi bagian dari kesenian. Contoh yang paling mudah, kisah tragedi atau kisah keluarga yang menyentuh seringkali penonton secara emosional terbawa, menangis, marah, dan terharu, dan ikatan yang ditoken terbangun. Berbeda, pada bagian menggugah pikiran, pertunjukan ini lebih berfoku...

SHADOW OF MY HEART on Wattpad : Chokun To Gerin

ANGIN YANG KEMBALI DARI LAUT by myjee4u aku pernah menatapmu seperti menatap sebuah rumah yang tidak dibangun dari tembok, tapi dari rasa pulang kamu pernah menyebut namaku tanpa suara dan itu sudah cukup untuk membuat seluruh dunia berdetak jika suatu hari ada angin datang dari arah laut dan kamu merinding kecil jangan kaget barangkali itu cuma aku sedang kembali lewat udara yang pernah kita bagikan berdua kita pernah jadi satu garis tipis di antara ribuan garis orang lain dan itu lebih dari cukup untuk hidup selamanya di dalam diam yang kau simpan. Pattaya Beach, 0x 0x x0xx

Di Balik Pena

      Dia bangun pagi dengan kepala berat dan tubuh lelah, meski tidur semalaman penuh. Suara alarm berdering, tapi rasanya seperti gema yang jauh. Ia menarik selimut tipis yang sudah kusam, menatap jendela kecil di kamar sempitnya. Di luar, dunia tetap berjalan—ramai, bising, dan tak peduli padanya.      Sejak kecil, ia tidak pernah benar-benar punya rumah. Tidak ada orang tua yang memeluknya, tidak ada tempat yang membuatnya merasa aman. Ia selalu dioper dari satu orang tua ke orang tua lain, dari satu keluarga pengasuh ke keluarga pengasuh berikutnya. Ia tahu, sejak awal, dunia ini seakan memutuskan bahwa dirinya adalah anak yang “tidak diinginkan”.      Di sekolah, hidupnya tidak lebih mudah. Ejekan dan pukulan datang silih berganti. Kata-kata itu—“aneh”, “bodoh”, “jelek”—tertanam dalam jiwanya seperti duri yang terus menembus. Lama-lama, ia belajar untuk menelan rasa sakit itu sendiri. Ia belajar untuk tersenyum meski ingin menangis. I...